welcome to my life

welcome to my life

Jumat, 10 Mei 2013

TERNYATA, RENCANA TUHAN LEBIH INDAH

  “Penerbangan boing 737 tujuan Solo segera lepas landas, harap gunakan sabuk pengaman anda”
Kaki kakuku mulai meleh sesaat, ketika benda yang berbau bising ini mulai mengepakkan mesinnya untuk melambung diatas udara.
Kali ini aku akan melangkah menuju target mimpi yang ke 10, “melanjutkan senior high school di Internasional bording school AL-MAHBUB”. Merajut mimpi mungkin tak semudah memasukan benang kedalam jarum, yaah walau mimpiku yang satu ini sangat impossible tapi, aku tetap bersikeras untuk menggamnya dengan sebuah keyakinan. Bermulai dari meninggalkan semua yang kucinta menuju negri sebrang.
       “Zaky, buruan jalannya, bentar lagi pendaftarannya udah mau tutup”. Seru kakak, yang ribet menarik koper barang-barangku. Kurang 10 menit lagi tempat pendaftaran akan di tutup, aku segera berlari menuju gerbang sekolah. Tibanya ditempat, gerbang sudah ditutup, dan tidak menerima pendaftaran lagi “pak..pak,.saya mohon buka kan gerbangnya pak, kami dating dari jauh untuk medaftar pak, saya mohon!”. Rengek kak Ozi pada satpam penjaga sekolah. Setelah memohon dan merengek-rengek seperti ana kecil yang meminta permen akhirnya pak satpam membukakan gerbangnya untukku. Clingak..clinguk…kesana kemari mencari tempat registrasi, karna terlalu luas tempatnya aku sampai terbuai.
Jantungku berdetak begitu kencang ketika melukis identitas diri diatas kertas indah berjudul FORMULIR, “huhuhu gugup level debu nih aku,wkwkwk”kataku dalam hati.
        2 bulan di karantina mempersiapkan Tes penerimaan. Awalnya sedikit terkejut dengan makanan dan kamar mandi yang sangat sederhana, mungkin memang sengaja untuk menguji para calon santri. Aku selalu membawa abon dan kecap setiap kali aku makan, karna mungkin belum terbiasa dengan yang ada sekarang.
        Hari ini hari pertama dimana aku menguji kebalan mental dengan UJIAN LISAN, haaah rasnaya seperti berjalan diatas jembatan yang rapuh, jedag jedug jedag jedug serrrr.
((NO.25)) angka yang tertera di atas papan namaku, huft masih menunggu lama untuk duduk dikursi panas berhadapan dengan seorang yang misterius dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi senam jantung bagi kami, (huhuhu lebay badai)
Alhamdulliah semua berjalan lancar, tes tulis pun aku bias melaluinya. Tinggal menunggu hasil LULUS atau TIDAK.
        Melihat dengan 4 mata pada puluhan kertas yang tertempel pada papan pengumuman, resah gelisah  galau level debu, bercampur padu. Ketika ku menemukan namaku tertera pada urutan ke4, sungguh hal yang WOW bagiku, tak kusangka AKU??aku yang biasa-biasa saja bias mendapatkannya. Sujud syukurku pun mungkin tak dapat membalas kesenangan ini. Tanpa basa-basi aku langsung berlari menuju wartel untuk menelpon kak Ozi, betapa senangnya dia setelah mendengar jika aku LULUS di sekolah bergengsi.
       Berawal dari belajar memahami arti sebuah mimpi, mimpi yang dulu hanya coretan tak berarti kini aku bias merasakan masuk kedalam coretan itu, NYATA!
Ditempat ini rajutan mimpiku mulai sempurna, menggli dengan sekuat tenaga.
       Minggu ini minggu-minggu untuk MOS, berkompetisi dngan orang-orang yang Amazing dari berbagai daer h dan Negara.
Ukhuwah terasa begitu erat, dimulai dari kamar, kamar mandi(hehe), kelas,lalu komunitas pondok.
       “dil, siapin cat sama kuasnya ya, malam ini kita harus nyelesaiiin backgroundnya”seruku sibuk menjadi panitia pensi(pentas seni), malam ini aku dan para patner bakal nglembur menyelesaikan gambar background teater . menggoyangkan kuas dan berdansa bersama warna-warna cat, sangat asyik sampai kita lupa waktu, jam tanganku menunjukkan pukul 23.55
Tersisa 5 menit jam malam kami, jam 12 tepat kami harus masuk kamar masing2, sedangkan masih ada ¼ bagian background yang belum dicat, “pokoknya harus selesai mala ini ya guys”seruku. “tapi zak, benta lagi kan staf keamanan patrol, ntar kalo kita kena hukum gara-gara belum masuk kamar gimana?” sahut fadhil kesal. Aku tidak perduli dengan omongannya dan tetap bersikeras melanjutkan pekerjaan. Tak lama kemudian “go to your room now!!” suara cetar membahana dari kejauhan, bagian keamanan yang menggiring para santri yang belum masuk kamar. Aku dan teman2 segera kabur dan bersembunyi, bersembunyi di kamar mandi yang menyeramkan membuat bulu-buluku berdiri. Mengendus endus seperti anak marmot yang baru lahir. “laaaariiiii!!!!!”seruku. bruuuk, aku tersandung cat-cat yang ada didepanku. oooh tidak!!baju kesayanganku penuh dengan warna-warna cat. “hahahahahah” teman teman menertawekanku.
“what are you doing here?what times o’clock?why you sill here?”. Bagian keamanan memergoki kita dikamar mandi. Yaaaah akhirnya kena hukuman.
        Teng teng teng,,,,suara jaros(bel) terngiang ngiang ditelingaku, tapi mataku sama sekali tidak bisa dibuka, “wake up,wake up all of you!”gubrakan ustadzah membangunkanku dari mimpi indahku, terpaksa harus pergi ke masjid dengan setengah sadar. Jam tanganku menunjukkan pukul 03.20, haaaah masih sangat ngantuk. Sampai masjid, serasa melihat pohon-pohon yang tumbang, anak-anak tertepar diatas sajadah sseparti aladin yang siap untuk terbang .
Haduuuh, pasti sebentar lagi sajadah ustadzah akan melayang di pundak anak-anak yang tidur.
         Hari H pentas seni, semoga semua berjalan lancar. Lampu-lampu menyorot dengan indah di panggung teater, background terlihat mewah, ditambah acting para actor kita yang bisa dibilang keren. Akhirnya sukses.
Terasa lelah sekali, saat pensi telah berakhir. Sepertinya besok pagi aku tidak masuk sekolah, karna aku mendadak sakit.
         Sudah beberapa hari ini aku tidak masuk sekolah, di tambah hafalan dan tugas yang menumpuk, ustadzah asma wali kelasku pun dating menjegukku membawakan bubur kesukaanku.
“zaky,zaky,,,ada keluargamu yang ingin bertemu” teriak kak tintin kakak tingkatku.
Aku segera pergi keruang tamu “siapa ya yang dating, ayah?ibu?kakak?”kataku dalam hati heran.
Ternyata kak ozi, dia langsung memelukku “dek,katanya sakit?”Tanya kak ozi. “iyak kak, tapi udah mendingan kok” jelasku. Dia membawakanku serantang nasi, sayur dan ayam kesukaanku.
Teng teng teng,,,,,baru 15 menit bertemu, lonceng tanda habis waktu penerimaan tamu.
Yaaah terpaksa harus meninggalkan kak ozi, “dek, kak ozi pulang dulu ya, assalamualaikum” pamit kak ozi.
Aku segera berlari dan pergi kemasjid, waaaah aku telat 5 menit pergi kemasjid, siap-siap untuk dihukum mengosek wc.
  ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,……
        Tak terasa 5 bulan telah berlalu dengan indah, tak terasa lusa aku telah menghadapi ujian semester 1. Mempersiapkan degan begitu matang, karna mempertahankan tak semudah mendapatkan.
#Tersisa 24 jam menuju gerbang ujian, tubuhku tidak bisa diajak kompromi, lagi-lagi aku jatuh sakit. Ya Allah, sebenarnya penyakit apa yang menyerangku hingga aku tak bisa menggerakkan kakiku dengan sempurna.
#Tersisa 1 jam, aku terus menghitung detik, aku hanya bisa berdo’a semoga Tuhan memberiku kemudahan. Tidak ada perkembangan pada tubuhku, akhirnya teman-teman membopongku ke klinik. “Ya Allah, sungguh hanya Engkau yang tau rencanaMu kini”
       Dua minggu ujian ku laksanakan diklinik. Bosan, sepi, suntuk yang slalu ku rasakan, tapi semua menjadi hilang seketika jika Nanda sahabatku datang membesukku dengan membawa ayam kecap kesukaanku.
“bertahan, bertahan dan bertahanlah zaky yakinlah semua akan baik-baik saja” aku terus dan terus memotivasi diriku sendiri.
 Mengerjakan selembar kertas dengan berbagai coretan soal diatas  ranjang ditemani dengan seutas selang infuse. Hampir setiap minggu kak ozi datang ke klinik untuk mengatarku control. Ini sudah docter ke5 yang kami datangi, tapi selalu beda jawaban, dokter pertama bilang Cuma anemia, kedua bilang pengaruh fikiran, ketiga bilang radang sendi, keempat bilang malaria, kelima bilang leokimia. Akhirnya, dengan hasil lab, aku positive leokimia.
Ya Allah, aku percaya aku bisa, aku harus tetap bertahan disekolah ini. Semoga Allah selalu melindungiku dari keputusasaan.
          Besok adalah hari terakhir ujian,”zaky zaky liat aku bawa apa!”seru Nanda sambil menunjukkan invtitation party card “nanti malam ruang makan bakal menjelma jadi caffe hlo, makanannya special, kalo masuk harus pake kartu ini. Kamu dateng ya, ntar aku jemput deh”sambung Nanda panjang lebar. Aku hanya tersenyum mengangguk.
Aku tak tega melihat mengatakan kepada Nanda, jika mala mini aku tidak bisa menemaninya ke party itu
dear Nanda
nanda, sorry ya aku gak bisa datang ke party malam ini,
aku pamit dulu ya, aku janji pas aku balik nanti, senyumku bakal lebar lagi buat kamu.

With love
Zaky al-mahbubah
Aku meninggalkan surat diatas ranjangnya, sebelum aku pergi untuk untuk melakukan oprasi.
Waktu menunjukan puku 20.10, aku memasuki ruang oprasi, semua terasa hanyut seketika setelah semua benda-benda oprasi telah tertancap pada tubuhku,
“Ya Tuhan, izinkan aku kembali melihat senyum semua orang yang kucinta, seperti halnya aku melihat sunset senja tadi”
            Kubuka mataku perlahan, mencoba memulihkan keadaan. “zaky, bangunlah, kau berhasil melakukannya”bisik kak ozi. Aku tersenyum lebar. Kuharap ini menjadi pertama dan terakhir kalinya aku masuk ruang oprasi.
             2 bulan kemudian…….
Nanda, aku datang membawa senyum untukmu. Berjanjilah kepadaku, tak kan ada setetes air matapun jika aku mengatakan aku mundur dari sekolah ini. Maafkan aku, bukan karna aku menyerah dengan keadaan, tapi kau harus tau, jika aku tidak bisa terus memaksa keadaanku. Aku sadar prestasiku tak sebanding berharganya dengan kesehatanku, mungkin rencana Tuhan lebih indah dari rajutan mimpiku. Sangat berat meninggalkan semua mimpi besarku. Harus ku sadar, bahwa sukses tidak hanya ditempat yang favourit. Mimpiku masih panjang…………
“dik, kamu yakin mau pindah kamu gak inget perjuanganmu dulu dari awal?pikirin baik-baik lagi”. Jelas kak ozi.
Aku sudah memikirkannya. Semoga ini yang terbaik untukku, aku melakukannya karna aku tidak tega melihat kakakku yang harus selalu mengantarkanku kontrol padahal sebenarnya dia punya kesibukkan sendiri, sedangkan kosnya sangat jauh dari sekolahku. Ayah ibuku jauh disebrang sana, dan hanya kak ozi satu-satunya yang merawatku. Dan ternyata oprasiku yang pertama tidaklah cukup untuk sembuh total.

Dear zaky
Ya Allah, aku gak tau apa yang Engkau rencanakanuntuk zaky..
Mungkin ada sesuatu kejutan dibalik semua ini, tapi…
Kapan Ya Allah?aku merasakan apa yang zaky rasakan
Wajahnya, senyumnya, sipit matanya,,semua berubah….
Dan terlihat seperti sebuah sebuah kertas yang siap terbangtertiup angin
Dia istimewa, cute, cerdas, dan mengapa engkau timpakan penyakit kepadanya??
Tuhan jawablah semua dalam istikhorohnya, kabulkanklah doanya
Sembuhkanlah zaky ya Allah…
Coretan begitu beda tak seperti dulu, yang ceria penuh smile..
Sekarang mengapa selalu sedih bahkan menangis ??
Begitu tinggi harapannya, semangat yang membara, namun disaat semua memuncak menjadi satu justru menjadi racun, ya Allah…
Sembuhkanlah dia di tempat barunya

With love
Nanda        

       Selamat tinggal kawan, aku akan melihat kesuksesaan kalian ditempat ini, dan kalian akan melihat kesuksesanku ditempatku yang baru,,,,,,,
Salam rindu
……………………………………………………………………………………………………
“jadi gitu kisahku dulu res”. Jelasku pada Resti.
“thanks ya udah cerita banyak, sekarang kita jalan2 ke pyramida yuk, capek nih dari tadi cerita terus”ajak resti.
Yaaaah, sekarang aku berada di Egypt, melanjutkan S2.ku di universitas Al-Ahzar,,,
Kawan,, 5 tahun silam aku merasakan kegagalan pada mimpiku, tapi kini Allah menggangtinya yang lebih, karna ku tahu “RENCANA TUHAN LEBIH INDAH”.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar