TERNYATA, RENCANA TUHAN LEBIH INDAH
“Penerbangan boing 737 tujuan Solo segera lepas landas, harap gunakan sabuk
pengaman anda”
Kaki kakuku mulai
meleh sesaat, ketika benda yang berbau bising ini mulai mengepakkan mesinnya
untuk melambung diatas udara.
Kali ini aku akan melangkah menuju target mimpi yang ke 10,
“melanjutkan senior high school di Internasional bording school AL-MAHBUB”.
Merajut mimpi mungkin tak semudah memasukan benang kedalam jarum, yaah walau
mimpiku yang satu ini sangat impossible tapi, aku tetap bersikeras untuk menggamnya
dengan sebuah keyakinan. Bermulai dari meninggalkan semua yang kucinta menuju
negri sebrang.
“Zaky, buruan
jalannya, bentar lagi pendaftarannya udah mau tutup”. Seru kakak, yang ribet
menarik koper barang-barangku. Kurang 10 menit lagi tempat pendaftaran akan di
tutup, aku segera berlari menuju gerbang sekolah. Tibanya ditempat, gerbang
sudah ditutup, dan tidak menerima pendaftaran lagi “pak..pak,.saya mohon buka
kan gerbangnya pak, kami dating dari jauh untuk medaftar pak, saya mohon!”.
Rengek kak Ozi pada satpam penjaga sekolah. Setelah memohon dan merengek-rengek
seperti ana kecil yang meminta permen akhirnya pak satpam membukakan gerbangnya
untukku. Clingak..clinguk…kesana kemari mencari tempat registrasi, karna
terlalu luas tempatnya aku sampai terbuai.
Jantungku berdetak begitu kencang ketika melukis identitas
diri diatas kertas indah berjudul FORMULIR, “huhuhu gugup level debu nih
aku,wkwkwk”kataku dalam hati.
2 bulan di
karantina mempersiapkan Tes penerimaan. Awalnya sedikit terkejut dengan makanan
dan kamar mandi yang sangat sederhana, mungkin memang sengaja untuk menguji
para calon santri. Aku selalu membawa abon dan kecap setiap kali aku makan,
karna mungkin belum terbiasa dengan yang ada sekarang.
Hari ini hari
pertama dimana aku menguji kebalan mental dengan UJIAN LISAN, haaah rasnaya
seperti berjalan diatas jembatan yang rapuh, jedag jedug jedag jedug serrrr.
((NO.25)) angka yang tertera di atas papan namaku, huft
masih menunggu lama untuk duduk dikursi panas berhadapan dengan seorang yang
misterius dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi senam jantung bagi kami, (huhuhu
lebay badai)
Alhamdulliah semua berjalan lancar, tes tulis pun aku bias melaluinya.
Tinggal menunggu hasil LULUS atau TIDAK.
Melihat dengan
4 mata pada puluhan kertas yang tertempel pada papan pengumuman, resah gelisah galau level debu, bercampur padu. Ketika ku
menemukan namaku tertera pada urutan ke4, sungguh hal yang WOW bagiku, tak
kusangka AKU??aku yang biasa-biasa saja bias mendapatkannya. Sujud syukurku pun
mungkin tak dapat membalas kesenangan ini. Tanpa basa-basi aku langsung berlari
menuju wartel untuk menelpon kak Ozi, betapa senangnya dia setelah mendengar
jika aku LULUS di sekolah bergengsi.
Berawal dari belajar
memahami arti sebuah mimpi, mimpi yang dulu hanya coretan tak berarti kini aku bias
merasakan masuk kedalam coretan itu, NYATA!
Ditempat ini rajutan mimpiku mulai sempurna, menggli dengan
sekuat tenaga.
Minggu ini
minggu-minggu untuk MOS, berkompetisi dngan orang-orang yang Amazing dari
berbagai daer h dan Negara.
Ukhuwah terasa begitu erat, dimulai dari kamar, kamar
mandi(hehe), kelas,lalu komunitas pondok.
“dil, siapin
cat sama kuasnya ya, malam ini kita harus nyelesaiiin backgroundnya”seruku
sibuk menjadi panitia pensi(pentas seni), malam ini aku dan para patner bakal
nglembur menyelesaikan gambar background teater . menggoyangkan kuas dan
berdansa bersama warna-warna cat, sangat asyik sampai kita lupa waktu, jam
tanganku menunjukkan pukul 23.55
Tersisa 5 menit jam malam kami, jam 12 tepat kami harus
masuk kamar masing2, sedangkan masih ada ¼ bagian background yang belum dicat, “pokoknya
harus selesai mala ini ya guys”seruku. “tapi zak, benta lagi kan staf keamanan patrol,
ntar kalo kita kena hukum gara-gara belum masuk kamar gimana?” sahut fadhil
kesal. Aku tidak perduli dengan omongannya dan tetap bersikeras melanjutkan
pekerjaan. Tak lama kemudian “go to your room now!!” suara cetar membahana dari
kejauhan, bagian keamanan yang menggiring para santri yang belum masuk kamar. Aku
dan teman2 segera kabur dan bersembunyi, bersembunyi di kamar mandi yang
menyeramkan membuat bulu-buluku berdiri. Mengendus endus seperti anak marmot yang
baru lahir. “laaaariiiii!!!!!”seruku. bruuuk, aku tersandung cat-cat yang ada
didepanku. oooh tidak!!baju kesayanganku penuh dengan warna-warna cat. “hahahahahah”
teman teman menertawekanku.
“what are you doing here?what times o’clock?why you sill
here?”. Bagian keamanan memergoki kita dikamar mandi. Yaaaah akhirnya kena hukuman.
Teng teng
teng,,,,suara jaros(bel) terngiang ngiang ditelingaku, tapi mataku sama sekali
tidak bisa dibuka, “wake up,wake up all of you!”gubrakan ustadzah
membangunkanku dari mimpi indahku, terpaksa harus pergi ke masjid dengan
setengah sadar. Jam tanganku menunjukkan pukul 03.20, haaaah masih sangat
ngantuk. Sampai masjid, serasa melihat pohon-pohon yang tumbang, anak-anak
tertepar diatas sajadah sseparti aladin yang siap untuk terbang .
Haduuuh, pasti sebentar lagi sajadah ustadzah akan melayang
di pundak anak-anak yang tidur.
Hari H pentas
seni, semoga semua berjalan lancar. Lampu-lampu menyorot dengan indah di panggung
teater, background terlihat mewah, ditambah acting para actor kita yang bisa
dibilang keren. Akhirnya sukses.
Terasa lelah sekali, saat pensi telah berakhir. Sepertinya besok
pagi aku tidak masuk sekolah, karna aku mendadak sakit.
Sudah beberapa
hari ini aku tidak masuk sekolah, di tambah hafalan dan tugas yang menumpuk, ustadzah
asma wali kelasku pun dating menjegukku membawakan bubur kesukaanku.
“zaky,zaky,,,ada keluargamu yang ingin bertemu” teriak kak
tintin kakak tingkatku.
Aku segera pergi keruang tamu “siapa ya yang dating,
ayah?ibu?kakak?”kataku dalam hati heran.
Ternyata kak ozi, dia langsung memelukku “dek,katanya sakit?”Tanya
kak ozi. “iyak kak, tapi udah mendingan kok” jelasku. Dia membawakanku
serantang nasi, sayur dan ayam kesukaanku.
Teng teng teng,,,,,baru 15 menit bertemu, lonceng tanda
habis waktu penerimaan tamu.
Yaaah terpaksa harus meninggalkan kak ozi, “dek, kak ozi
pulang dulu ya, assalamualaikum” pamit kak ozi.
Aku segera berlari dan pergi kemasjid, waaaah aku telat 5
menit pergi kemasjid, siap-siap untuk dihukum mengosek wc.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,……
Tak terasa 5
bulan telah berlalu dengan indah, tak terasa lusa aku telah menghadapi ujian
semester 1. Mempersiapkan degan begitu matang, karna mempertahankan tak semudah
mendapatkan.
#Tersisa 24 jam menuju gerbang ujian, tubuhku tidak bisa
diajak kompromi, lagi-lagi aku jatuh sakit. Ya Allah, sebenarnya penyakit apa
yang menyerangku hingga aku tak bisa menggerakkan kakiku dengan sempurna.
#Tersisa 1 jam, aku terus menghitung detik, aku hanya bisa
berdo’a semoga Tuhan memberiku kemudahan. Tidak ada perkembangan pada tubuhku,
akhirnya teman-teman membopongku ke klinik. “Ya Allah, sungguh hanya Engkau
yang tau rencanaMu kini”
Dua minggu
ujian ku laksanakan diklinik. Bosan, sepi, suntuk yang slalu ku rasakan, tapi
semua menjadi hilang seketika jika Nanda sahabatku datang membesukku dengan
membawa ayam kecap kesukaanku.
“bertahan, bertahan dan bertahanlah zaky yakinlah semua akan
baik-baik saja” aku terus dan terus memotivasi diriku sendiri.
Mengerjakan selembar
kertas dengan berbagai coretan soal diatas ranjang ditemani dengan seutas selang infuse. Hampir
setiap minggu kak ozi datang ke klinik untuk mengatarku control. Ini sudah
docter ke5 yang kami datangi, tapi selalu beda jawaban, dokter pertama bilang Cuma
anemia, kedua bilang pengaruh fikiran, ketiga bilang radang sendi, keempat
bilang malaria, kelima bilang leokimia. Akhirnya, dengan hasil lab, aku positive
leokimia.
Ya Allah, aku percaya aku bisa, aku harus tetap bertahan
disekolah ini. Semoga Allah selalu melindungiku dari keputusasaan.
Besok adalah
hari terakhir ujian,”zaky zaky liat aku bawa apa!”seru Nanda sambil menunjukkan
invtitation party card “nanti malam ruang makan bakal menjelma jadi caffe hlo, makanannya
special, kalo masuk harus pake kartu ini. Kamu dateng ya, ntar aku jemput deh”sambung
Nanda panjang lebar. Aku hanya tersenyum mengangguk.
Aku tak tega melihat mengatakan kepada Nanda, jika mala mini
aku tidak bisa menemaninya ke party itu
dear Nanda
nanda, sorry
ya aku gak bisa datang ke party malam ini,
aku pamit dulu
ya, aku janji pas aku balik nanti, senyumku bakal lebar lagi buat kamu.
With love
Zaky al-mahbubah
Aku meninggalkan surat diatas
ranjangnya, sebelum aku pergi untuk untuk melakukan oprasi.
Waktu menunjukan puku 20.10, aku
memasuki ruang oprasi, semua terasa hanyut seketika setelah semua benda-benda
oprasi telah tertancap pada tubuhku,
“Ya Tuhan, izinkan aku kembali
melihat senyum semua orang yang kucinta, seperti halnya aku melihat sunset
senja tadi”
Kubuka mataku perlahan, mencoba
memulihkan keadaan. “zaky, bangunlah, kau berhasil melakukannya”bisik kak ozi. Aku
tersenyum lebar. Kuharap ini menjadi pertama dan terakhir kalinya aku masuk
ruang oprasi.
2 bulan kemudian…….
Nanda, aku
datang membawa senyum untukmu. Berjanjilah kepadaku, tak kan ada setetes air
matapun jika aku mengatakan aku mundur dari sekolah ini. Maafkan aku, bukan
karna aku menyerah dengan keadaan, tapi kau harus tau, jika aku tidak bisa
terus memaksa keadaanku. Aku sadar prestasiku tak sebanding berharganya dengan
kesehatanku, mungkin rencana Tuhan lebih indah dari rajutan mimpiku. Sangat berat
meninggalkan semua mimpi besarku. Harus ku sadar, bahwa sukses tidak hanya ditempat
yang favourit. Mimpiku masih panjang…………
“dik, kamu yakin mau pindah kamu
gak inget perjuanganmu dulu dari awal?pikirin baik-baik lagi”. Jelas kak ozi.
Aku sudah memikirkannya. Semoga ini
yang terbaik untukku, aku melakukannya karna aku tidak tega melihat kakakku
yang harus selalu mengantarkanku kontrol padahal sebenarnya dia punya
kesibukkan sendiri, sedangkan kosnya sangat jauh dari sekolahku. Ayah ibuku
jauh disebrang sana, dan hanya kak ozi satu-satunya yang merawatku. Dan ternyata
oprasiku yang pertama tidaklah cukup untuk sembuh total.
Dear zaky
Ya Allah, aku
gak tau apa yang Engkau rencanakanuntuk zaky..
Mungkin ada
sesuatu kejutan dibalik semua ini, tapi…
Kapan Ya
Allah?aku merasakan apa yang zaky rasakan
Wajahnya,
senyumnya, sipit matanya,,semua berubah….
Dan terlihat
seperti sebuah sebuah kertas yang siap terbangtertiup angin
Dia istimewa,
cute, cerdas, dan mengapa engkau timpakan penyakit kepadanya??
Tuhan jawablah
semua dalam istikhorohnya, kabulkanklah doanya
Sembuhkanlah zaky
ya Allah…
Coretan begitu
beda tak seperti dulu, yang ceria penuh smile..
Sekarang mengapa
selalu sedih bahkan menangis ??
Begitu tinggi
harapannya, semangat yang membara, namun disaat semua memuncak menjadi satu
justru menjadi racun, ya Allah…
Sembuhkanlah dia
di tempat barunya
With love
Nanda
Selamat tinggal kawan, aku akan melihat
kesuksesaan kalian ditempat ini, dan kalian akan melihat kesuksesanku
ditempatku yang baru,,,,,,,
Salam rindu
……………………………………………………………………………………………………
“jadi gitu kisahku dulu res”. Jelasku
pada Resti.
“thanks ya udah cerita banyak,
sekarang kita jalan2 ke pyramida yuk, capek nih dari tadi cerita terus”ajak
resti.
Yaaaah, sekarang aku berada di
Egypt, melanjutkan S2.ku di universitas Al-Ahzar,,,
Kawan,, 5 tahun silam aku
merasakan kegagalan pada mimpiku, tapi kini Allah menggangtinya yang lebih,
karna ku tahu “RENCANA TUHAN LEBIH INDAH”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar